Bandungan, 3 Januari 2024 -
Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan masyarakat yang unggul dan
berkualitas. Salah satu sistem evaluasi
pendidikan global yaitu PISA (Programme
for International Student Assessment). Selain keberadaan Asesmen Nasional juga
berimbas pada rapor pendidikan sekolah masing-masing instansi pendidikan
termasuk SMP Negeri 2 Bandungan Satu Atap.
Kondisi itu mau tak mau akan
menuntut terjadinya peningkatan literasi dan numerasi di setiap siswa pada
suatau sekolah. Oleh karena itu perlunya strategi inovatif dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, Guru
SMP Negeri 2 Bandungan Satu Atap khususnya dalam penyisipan pembelajaran yang
berbasis literasi dan numerasi. Yakni dengan melakukan pelatihan peningkatan
literasi dan numerasi bagi guru SMP Negeri 2 Bandungan Satu Atap. Hal ini
bertujuan memberikan bekal kepada para guru dalam mengembangkan keterampilan
literasi dan numerasi bagi siswa.
![]() |
| Reel Video Pelatihan Literasi Numerasi |
Pelatihan ini dibuka oleh Merta
Irawan, S.Pd, M.Kom selaku kepala sekolah sekaligus memberikan pendahuluan
tentang kebijakan peneraparan literasi dan numerasi di SMP Negeri 2 Bandungan
Satu Atap. Berikutnya diisi oleh pemateri Eko Indra Permana tentang Konsep
Literasi dan Numerasi. Dalam sesi pertama, para guru terlibat dalam pemahaman
konsep literasi dan numerasi. Literasi tidak hanya mencakup kemampuan membaca
dan menulis, tetapi juga keterampilan berbicara, mendengarkan, dan literasi
digital. Sementara itu, numerasi melibatkan penguasaan konsep matematika dan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sesi selanjutnya dibimbing oleh
pemateri Eko Endarmoko, S.Kom yang merupakan salah satu narasumber yang populer
di Kabupaten Semarang. Dengan materi membuat Modul Pembelajaran Berbasis
Literasi dan Numerasi. Guru-guru diajak untuk merancang modul pembelajaran yang
mengintegrasikan konsep literasi dan numerasi. Modul-modul ini dirancang untuk
meningkatkan keterampilan membaca, menulis, dan pemahaman matematika siswa.
Pemilihan teks dan materi relevan menjadi fokus utama guna menciptakan
pengalaman pembelajaran yang menyenangkan dan efektif. Setelah merancang modul,
guru-guru diharapkan untuk mengimplementasikannya dalam kelas mereka. Proses
ini memungkinkan para pendidik untuk mempraktikkan strategi pengajaran yang
telah mereka pelajari, sekaligus mendapatkan umpan balik dari sesama guru dan
pembimbing.
Pemateri terakhir tentang penyusunan soal literasi dan numerasi oleh Anjaryadi, S.Pd. Beliau memaparkan bagian terpenting dari pelatihan ini adalah pengembangan kemampuan guru dalam menyusun soal literasi dan numerasi. Soal-soal yang bervariasi tingkat kesulitan dan kontekstual membantu meningkatkan kemampuan analisis dan problem-solving siswa.
Kepala SMP Negeri 2 Bandungan
Satu Atap, [Nama Kepala Sekolah], menyatakan optimisme terkait dampak positif
dari pelatihan ini. "Kami percaya bahwa guru yang terampil dalam literasi
dan numerasi akan dapat memberikan pendidikan yang lebih baik kepada siswa. Hal
ini akan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan
komprehensif anak-anak kami."
Pelatihan Peningkatan Literasi dan Numerasi bagi Guru SMP Negeri 2 Bandungan Satu Atap menunjukkan komitmen sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui pemahaman konsep literasi dan numerasi, pembuatan modul pembelajaran, dan penyusunan soal, diharapkan para guru dapat memberikan kontribusi besar dalam membentuk siswa yang memiliki keterampilan holistik. Masa depan pendidikan di SMP Negeri 2 Bandungan Satu Atap tampak semakin cerah, memberikan harapan bagi generasi yang lebih baik.
.jpg)











0 comments:
Posting Komentar